Fe Buka Perjalanan Musik Lewat Single “Selamat Datang”

by -37 Views

Fenny Noviarma, yang menggunakan nama panggung Fe, membuka perjalanan bermusiknya lewat debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia itu mengangkat pengalaman menghadapi luka, kehilangan arah, dan kehidupan yang belum sepenuhnya selesai.

Fe memperkenalkan karya tersebut sebagai ruang refleksi bagi pendengar. Menurut dia, seseorang tidak selalu harus memiliki jawaban atas setiap persoalan untuk dapat menerima hidupnya. Ada kalanya proses berdamai justru dimulai ketika seseorang mengakui bahwa masih ada hal-hal yang belum tuntas.

Berangkat dari Catatan Pribadi

Gagasan lagu “Selamat Datang” berasal dari catatan diary pribadi Fe. Catatan itu kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Isinya menggambarkan fase ketika seseorang dipaksa tumbuh dalam kondisi yang tidak selalu ideal, melewati patah hati, kehilangan arah, serta menghadapi perjuangan yang kerap tidak terlihat oleh orang lain.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe, Jumat (2/10/2026).

Salah satu penggalan yang menjadi inti pesan lagu tersebut berbunyi, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”. Tema itu sengaja dibuat terbuka sehingga dapat dimaknai secara personal oleh pendengar. Fe menyebut lagu ini bisa berkaitan dengan pengalaman seseorang yang sedang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, atau hubungan yang menjadi tempat pulang ketika hidup terasa kacau.

Gagasan tentang pertumbuhan dan ketidakpastian juga muncul dalam lirik, “Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira / Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat / Atau mungkin tak sempat melambat”. Bagi Fe, badai, luka, kehilangan, dan ketidakpastian tidak selalu harus disembunyikan karena semuanya dapat menjadi bagian dari proses menemukan warna baru dalam kehidupan.

Memadukan Nuansa Gelap dan Harapan

Secara musikal, “Selamat Datang” dibangun dengan karakter vokal yang ringan, nuansa hangat, dan aransemen yang berkembang. Lagu bergerak dari suasana reflektif menuju interlude yang terasa megah, menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan.

Pertemuan antara kegelapan dan harapan menjadi benang merah karya tersebut. Fe menggambarkannya seperti langit yang dijahit oleh petir: cahaya tidak selalu muncul dari sesuatu yang lembut, tetapi terkadang hadir setelah benturan dan masa gelap.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” kata Fe. Ia menyebut masih berada dalam tahap mencari warna musikal yang paling merepresentasikan dirinya. Referensinya meliputi Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah, sementara selera musiknya mencakup punk rock, ballad, classical, hingga lagu-lagu era 90-an.

Perjalanan Fe ke dunia musik turut ditopang pengalamannya sebagai graphic designer dan stage photographer sejak masa kuliah. Perempuan yang kini menjadi ibu dari satu anak berusia satu tahun itu merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019. Latar tersebut menjadi fondasi dalam membangun identitas visual dan pendekatan artistiknya.

Keputusan untuk mulai berkarya di musik juga mendapat dukungan penuh dari suaminya, yang disebut Fe sebagai salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan tersebut.

“Selamat Datang” menjadi langkah pertama dari rencana yang lebih panjang. Dalam waktu dekat, Fe menargetkan produksi satu lagu baru. Setelah itu, ia berharap dapat merealisasikan rencana merilis sebuah EP. “Kedepan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link