Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis RT di Bandung untuk Mengurangi Beban TPA

by -196 Views

Pengelolaan sampah menjadi sorotan di Kota Bandung, dengan lebih dari 1.500 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya. Mayoritas sampah masih tercampur tanpa pemilahan, sehingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti menjadi terbebani. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) membangun model pengelolaan sampah berbasis RT. Empat RT dipilih sebagai lab sosial untuk pemilahan sampah, dengan harapan bisa diterapkan di seluruh kota.

Di RT yang dipilih, semua rumah tangga sudah memilah sampah dengan baik. Sampah organik dijadikan kompos atau pakan maggot, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah, dan residu diangkut sesuai jadwal musyawarah warga. Konsep “Saya Sudah Pilah Sampah” diadopsi untuk memberikan tekanan sosial bagi yang belum berpartisipasi. Walikota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menekankan pentingnya fasilitas baru yang dibangun untuk mengatasi beban sampah di TPA Sarimukti.

Bandung menargetkan agar praktik baik dari empat RT percontohan ini menjadi dasar dari ekspansi Kawasan Bebas Sampah (KBS). Rencana strategis sedang disusun untuk memperkuat kapasitas kader lingkungan, menetapkan SOP teknis, serta merancang skema insentif agar warga tetap konsisten dalam pemilahan sampah. Meski masih ada tantangan, seperti minimnya pemahaman manfaat pemilahan dan keterbatasan mitra off taker, pendampingan intensif dan edukasi tatap muka terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku warga. Bandung berpeluang menjadi rujukan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat nasional.

Source link