Operasi pencarian dan pertolongan korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah telah resmi ditutup setelah berlangsung selama 10 hari. Penutupan operasi dilakukan setelah keluarga kedua korban yang belum ditemukan menyatakan ikhlas dan menyetujui penghentian operasi. Korban yang belum ditemukan adalah Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati Lanjarsari (12) dari keluarga yang berbeda.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menyatakan penutupan operasi tersebut setelah keluarga kedua korban menyampaikan keikhlasan mereka. Selama proses pencarian, tim SAR melakukan upaya maksimal sesuai SOP operasi SAR, termasuk penggunaan alat berat, penggalian manual, dan pemetaan area longsoran secara intensif. Meskipun operasi pencarian korban longsor sudah ditutup, pemerintah daerah tetap fokus pada penanganan pasca bencana, khususnya dalam percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
Pemkab Cilacap bersama BNPB telah menyiapkan lahan seluas 3,9 hektare untuk pembangunan sekitar 240 unit huntara. Pembangunan hunian sementara ini diharapkan bisa diselesaikan maksimal dalam tiga bulan. Huntara direncanakan sebagai “rumah bertumbuh” yang nantinya akan berada di lokasi yang sama dengan hunian tetap. Proses pembangunan satu unit huntara diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu.
Keluarga 2 Orang yang Masih Hilang di Cilacap, Pencarian Dihentikan





