Uni Eropa menekan produsen mobil untuk memangkas emisi, menjadikan mesin diesel semakin tidak diminati. Pangsa pasarnya telah menurun drastis dari era sebelum Dieselgate, saat ini hanya mencapai delapan persen. Diesel kini berada di posisi keempat di antara drivetrain lainnya, seperti hibrida dan bensin, dengan hibrida plug-in bahkan mengalahkan penjualan mobil diesel di Eropa.
Meskipun demikian, Audi tetap mempertahankan mesin TDI-nya. Audi telah lama memproduksi mobil bertenaga diesel dan telah sukses dengan mesin TDI di ajang balap seperti Le Mans. Audi kini memperkenalkan mesin diesel baru, V-6 3.0 liter dengan sentuhan elektrik, yang pertama kali diperkenalkan di A6 dan Q5.
Dengan menggunakan sistem hibrida ringan, mesin diesel V-6 Audi ini dapat menghasilkan torsi yang besar tanpa adanya turbo lag. Mesin ini mampu menghasilkan 295 hp pada 3.620 rpm dan 428 lb-ft (580 Nm) dari 1.500 rpm. Respons yang tajam dan peningkatan efisiensi bahan bakar menjadi keunggulan dari mesin diesel baru ini.
Audi memiliki rencana untuk menggunakan mesin diesel V-6 ini di berbagai model SUV mereka. Meskipun menggunakan basis mesin yang sudah lama digunakan, Audi memberikan sentuhan yang lebih bersih dan ramah lingkungan pada mesin diesel terbarunya ini dengan kemampuan untuk menggunakan minyak nabati HVO yang dapat mengurangi emisi CO₂ hingga 95 persen.
Mesin diesel V-6 Audi ini menjadi pilihan yang menarik bagi para penggemar mobil diesel yang tetap mempertahankan kualitas dan performa yang diinginkan. Diharapkan mesin ini nantinya akan digunakan pada model-model SUV Audi lainnya, seperti Q7 dan Q9, meningkatkan opsi untuk konsumen yang mencari mobil berkualitas tinggi.





