Tiga Provinsi Terisolasi, BNPB Kerja Sama dengan TNI

by -162 Views

Hujan deras yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan munculnya bencana alam di banyak wilayah. Akibat curah hujan tinggi, daerah-daerah seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan menghadapi banjir dan tanah longsor yang memutus akses jalan. Banyak pemukiman pun menjadi sulit dijangkau dan terputus dari wilayah lain.

Dalam pernyataan pers pada 4 Desember 2025, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa beberapa daerah di provinsi tersebut masih mengalami isolasi total. Upaya penyaluran bantuan darurat melalui jalur darat jadi tidak bisa dilakukan karena infrastruktur terputus. Untuk itu, distribusi bantuan melalui udara menjadi solusi utama saat ini. Cara ini diambil agar bantuan bisa cepat sampai, terutama karena warga korban bencana sudah mulai sulit mendapat pasokan pangan dan kebutuhan dasar lain.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi bahwa mereka bekerja sama erat dengan TNI dan Basarnas dalam penyampaian bantuan melalui udara. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi ini mengingat besarnya wilayah terdampak yang membutuhkan bantuan segera. Bantuan udara dilakukan dengan pesawat dan helikopter milik TNI, menunjukkan peran penting militer dalam penanggulangan bencana.

Salah satu metode distribusi yang digunakan adalah airdrop low cost low altitude (LCLA), di mana pasokan bantuan dijatuhkan langsung ke titik-titik yang telah ditentukan secara seksama. Personel TNI Angkatan Udara berperan besar dalam operasi ini, sebab mereka memiliki keahlian khusus untuk memastikan bantuan mendarat di tempat yang tepat. Pendekatan ini dipilih agar bantuan dapat langsung diterima oleh masyarakat yang terisolasi tanpa menunggu jalan darat dibuka.

Sebanyak 15 personel Satuan Pemeliharaan (Sathar) 72 Depohar 70 dari Lanud Soewondo Medan telah diterjunkan untuk mendukung operasi ini. Operasi airdrop dilakukan di berbagai titik di tiga provinsi yang terkena dampak bencana. Jadwal operasi akan berlangsung hingga pertengahan Desember 2025, sesuai rencana yang sudah disusun oleh tim gabungan.

Mengelola misi airdrop bukan pekerjaan mudah. Penentuan drop zone harus dilakukan dengan pertimbangan matang agar bantuan tidak meleset. Pesawat maupun helikopter TNI harus menjaga ketinggian tertentu saat melakukan penerjunan untuk memastikan keamanan dan efektivitas operasi. Hanya mereka yang sudah terlatih khusus yang dapat melaksanakan tugas ini karena kondisi cuaca dan geografi kawasan bencana sangat menantang.

Selain pesawat dan helikopter, penggunaan drone transport sebagai sarana distribusi udara juga mulai dipertimbangkan. Sejumlah perusahaan di Indonesia telah mampu mengoperasikan drone untuk pengiriman barang, sehingga dapat mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah yang sangat sulit diakses. Dengan kombinasi teknologi dan kerjasama lintas lembaga, diharapkan kebutuhan masyarakat terdampak bisa segera terpenuhi sambil terus berupaya membuka kembali jalur darat secara bertahap.

Sumber: Operasi Airdrop TNI Jadi Andalan Distribusi Bantuan Di Sumatera Yang Terisolasi
Sumber: Kapasitas TNI Dalam Distribusi Bantuan Bencana Melalui Udara