Netizen Bahas Ulang Proses Izin Hutan Saat Zulhas Menjabat

by -38 Views

Dalam beberapa pekan terakhir, bencana banjir dan tanah longsor telah menerjang sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Akibat bencana ini, belasan orang meninggal dan sejumlah akses jalan serta jaringan komunikasi lumpuh total. Pemerintah Aceh pun merespon dengan menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, terhitung mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.

Namun, di ranah daring, muncul perbincangan hangat yang mengaitkan bencana ini dengan kebijakan masa lalu Zulkifli Hasan, Menko Pangan saat ini. Banyak unggahan di media sosial secara eksplisit menuding bahwa kebijakan Zulkifli Hasan, khususnya saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan, berpengaruh pada kerusakan lingkungan yang memicu bencana.

Salah satu suara yang paling keras datang dari akun Instagram Balqis Humaira. Di unggahannya, Balqis secara gamblang menyebut nama Zulkifli Hasan dan menyalahkan tulisannya, “Zul, banjir yang tenggelamkan kampungmu dan longsor yang hancurkan rumah orang, itu semua buah dari kebijakan izin, regulasi pejabat.” Ia menyoroti keluarnya izin-izin yang dianggap menyebabkan kerusakan hutan di Sumatera selama masa kepemimpinan Zulkifli Hasan di Kementerian Kehutanan.

Nama Zulkifli Hasan memang kerap muncul saat membahas isu deforestasi. Pada saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009–2014, berbagai pihak, terutama aktivis lingkungan, sering mengkritiknya. Salah satu isu yang terus mencuat adalah hilangnya kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo di Riau yang kini didominasi oleh perkebunan sawit ilegal dalam skala luas.

Lebih jauh lagi, Balqis menyoroti kerusakan ekosistem di kawasan konservasi tersebut. Ia menulis, “Dulunya, luas hutan mencapai 83.000 hektare. Kini hanya tersisa kenangan, digantikan sawit ilegal dari segala penjuru. Perambahan hutan berlangsung masif.” Menurut Balqis, hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan menjadi penyebab utama meningkatnya frekuensi bencana banjir dan longsor.

Tak berhenti di situ, perbincangan lama tentang tanggung jawab pemerintah terhadap deforestasi kembali menguat. Makin ramai diperbincangkan juga potongan video dokumenter tahun 2013 yang memperlihatkan aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulkifli Hasan secara langsung mengenai kerusakan hutan di Indonesia. Dalam video itu, Ford menyampaikan teguran tajam kepada pemerintah Indonesia terkait lemahnya penanganan deforestasi, khususnya di Tesso Nilo. Kini, rekaman tersebut kembali viral di tengah situasi darurat bencana banjir di Sumatera.

Akun media sosial seperti @voxnetizens turut menguatkan narasi bahwa bencana ini merupakan akibat kebijakan manusia, bukan bencana alam semata. Salah satu unggahannya berbunyi, “Ini adalah akibat ulah manusia, bukan semata-mata gejolak bumi. Manusia yang memperkaya perusahaan sawit dan manusia juga yang melegalkan pembukaan hutan demi keuntungan.”

Fenomena ini mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat menilai peristiwa banjir dan longsor di Sumatera tidak lepas dari peran manusia dalam merusak lingkungan, khususnya melalui kebijakan masa lalu yang saat ini dipertanyakan kembali. Diskursus publik di media sosial memperlihatkan kekhawatiran mendalam terhadap masa depan lingkungan dan pentingnya refleksi atas kebijakan yang berdampak luas terhadap alam dan masyarakat.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan