Pada hari Sabtu, 11 April 2026, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menantang Dedi Mulyadi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Pendopo Bupati Sintang pada hari Kamis, 9 April 2026. Krisantus menyatakan siap untuk “mencium lutut” Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jika mampu membangun Kalimantan Barat hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp6 triliun.
Pernyataan ini dipicu oleh video viral di TikTok yang menampilkan keluhan masyarakat terkait jalan rusak di beberapa wilayah di Kalimantan Barat. Seorang bocah dalam video tersebut menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kinerja gubernur saat ini.
Krisantus menegaskan bahwa perbandingan antara Jawa Barat dan Kalimantan Barat tidak mempertimbangkan perbedaan mendasar antara kedua provinsi. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah sangat mempengaruhi biaya pembangunan, menyoroti bahwa semakin luas wilayah, semakin besar biaya pembangunan yang dibutuhkan.
Terkait dengan keterbatasan anggaran daerah, Krisantus menyadari dampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Namun, pemerintah provinsi masih berusaha melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk di Kabupaten Sintang. Salah satu ruas jalan viral di kawasan Bedayan saat ini tengah dalam proses perbaikan dengan bantuan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan.
Pembangunan daerah dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Krisantus menekankan bahwa kondisi infrastruktur mencerminkan kinerja pemerintah secara keseluruhan.





