RSUD Dr. Soetomo Surabaya masih menelusuri penyebab 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan (Pradik) pada Senin, 28 September 2026. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi peserta, tetapi penyebab pastinya belum ditetapkan.
Sampel makanan dan usap rektal diperiksa
Kepala Bagian Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, mengatakan rumah sakit telah mengambil sampel makanan serta melakukan pengambilan usap rektal terhadap peserta. Kedua jenis sampel itu dikirim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Sampel makanan dan hasil pengambilan usap rektal dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Robeth dalam keterangan tertulis di Surabaya, Selasa, 29 September 2026.
Sebanyak 172 peserta yang mengalami keluhan tersebut merupakan bagian dari 289 peserta yang mengikuti Pradik. Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr. Soetomo.
Robeth menyebut rumah sakit masih memproses pemeriksaan untuk memastikan hubungan antara keluhan kesehatan yang dialami peserta dan makanan yang dikonsumsi. Hasil laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan penanganan serta tindak lanjut kejadian tersebut.
Delapan peserta mendapat penanganan medis
Dari peserta yang mengalami keluhan, enam orang sempat ditangani langsung di RSUD Dr. Soetomo. Empat peserta menjalani pemeriksaan medis, sementara dua lainnya menjalani observasi. Seluruhnya telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Dua peserta lainnya memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan berbeda. Masing-masing dirawat atau diperiksa di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soewandhie.
Peserta dengan gejala yang membutuhkan pertolongan medis diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Adapun peserta yang hanya mengalami keluhan ringan dan masih dapat beraktivitas diminta melakukan observasi mandiri serta memantau perkembangan kondisi kesehatannya.
“Peserta dengan gejala yang membutuhkan pertolongan medis diarahkan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sedangkan mereka yang hanya mengalami keluhan ringan dan masih mampu beraktivitas diminta melakukan observasi mandiri serta memantau perkembangan kondisi kesehatan,” ujar Robeth.
Kegiatan Pradik diliburkan
Sebagai langkah antisipasi, pelaksanaan kegiatan Pradik pada Selasa, 29 September 2026, diliburkan. Peserta yang mengalami gejala memburuk diminta segera memeriksakan diri ke IGD.
RSUD Dr. Soetomo juga menyiapkan bantuan penjemputan melalui petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP) bagi peserta yang membutuhkan bantuan untuk menuju rumah sakit.
Rumah sakit berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Unair untuk memantau kondisi para peserta sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Pradik, termasuk penyediaan makanan. Kejadian tersebut telah dilaporkan kepada dinas kesehatan terkait, sementara hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.





