Sekolah Islam Membekali 3 Siswa Animisme dengan Pendidikan

by -47 Views

Di Pulau Buru, Maluku, SMK Al Hilaal Namlea menonjolkan keberagaman yang hidup dalam kerukunan di tengah perbedaan keyakinan. Sekolah ini menaungi 178 siswa, di mana 52 di antaranya adalah nonmuslim, terdiri atas siswa Kristen Protestan, Katolik, Hindu Adat, dan penghayat Animisme. Meskipun berbeda agama, siswa-siswa ini belajar, berorganisasi, dan beraktivitas bersama tanpa adanya sekat. Kepala sekolah, Megaria, menjelaskan bahwa prinsip kekeluargaan menjadi pondasi utama kehidupan sekolah, tanpa memandang agama atau status sosial. Megaria juga menekankan bahwa siswa nonmuslim diberikan kebebasan untuk tidak mengikuti pelajaran agama Islam, namun banyak dari mereka yang memilih untuk tetap hadir dan mendengarkan. Keberagaman di sekolah ini juga meliputi tiga siswa penghayat Animisme asal Gunung Rana dan Danau Rana, yang jauh merantau untuk menuntut ilmu di SMK Al Hilaal Namlea. Para siswa ini tinggal di asrama dekat sekolah demi kemudahan bersekolah. Seiring berjalannya waktu, banyak siswa penghayat animisme di Pulau Buru yang menamatkan sekolah dan melanjutkan kuliah di daerah lain seperti NTB dan Jawa.

Source link