Badko HMI Jatim Dorong Stabilitas Rupiah demi Kemandirian Ekonomi
Jakarta, VIVA – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyoroti dinamika nilai tukar rupiah yang terus mengalami penurunan beberapa hari terakhir. Menurut Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus, langkah penanganan yang lebih komprehensif diperlukan agar perekonomian nasional tidak terbebani secara berlebihan.
Pemerintah dan Stabilitas Ekonomi
Yusfan mengapresiasi upaya pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, yang dinilai telah bekerja optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi dengan pendekatan fiskal dan riil di tengah masyarakat. Namun, ia juga menekankan peran Bank Indonesia dalam meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah.
Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa melemahnya nilai tukar rupiah merupakan tanggung jawab BI sebagai otoritas moneter. Yusfan juga meminta Bank Indonesia untuk merumuskan kebijakan yang lebih kuat untuk melindungi perekonomian domestik dari tekanan global yang bisa merusak stabilitas ekonomi dalam negeri.
Transparansi dan Kedaulatan Ekonomi
BADKO HMI Jawa Timur menyoroti independensi Bank Indonesia dan menekankan perlunya evaluasi berkala serta transparansi kebijakan agar lebih berorientasi pada penguatan ekonomi nasional. Yusfan menegaskan bahwa kepentingan nasional harus selalu diutamakan di atas kepentingan lainnya, dan menjaga kedaulatan ekonomi dari tekanan eksternal serta spekulasi pasar global.
Sebagai upaya lebih lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana menyelenggarakan Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur. Forum ini dimaksudkan untuk membahas kondisi ekonomi nasional, merumuskan langkah-langkah advokasi terhadap kebijakan moneter yang perlu dievaluasi, serta sebagai dasar untuk kritik yang dinyatakan melalui aksi demonstrasi.





